3 Fakta di Balik Bengkaknya Biaya Proyek Kereta Cepat JKT-BDG

3 Fakta di Balik Bengkaknya Biaya Proyek Kereta Cepat JKT-BDG
September 10, 2021 No Comments DINAMIKA NEWS dinamika

Jakarta – 

Pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kini menelan biaya US$ 7,97 miliar, membengkak dari US$ 5,573 miliar saat awal pembangunan di 2016. Penyesuaian ongkos proyek tersebut pun sudah beberapa kali terjadi.

detikcom merangkum beberapa fakta di balik bengkaknya biaya pembangunan kereta cepat, yakni sebagai berikut:

1. Diwanti-wanti Luhut

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan pun meminta PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku kontraktor melakukan efisiensi.

“Pak Menko dan tim memang sejak mulai ikut membenahi KCIC di November 2019 terus mendorong efisiensi-efisiensi,” kata Juru Bicara Menko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi melalui pesan singkat kepada detikcom, Kamis (2/9/2021).

Lanjut dia, pemerintah meminta KCIC melakukan efisiensi demi menghemat biaya pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut.

“Pemerintah telah meminta KCIC untuk melakukan efisiensi-efisiensi yang bisa dilakukan agar biaya pembangunan bisa dihemat,” tambah Jodi.

2. Perkiraan Bengkak US$ 1,6 M

Juru Bicara Menko Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi menyebut perkiraan pembengkakan biaya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung bakal berkisar antara US$ 1,3 miliar hingga US$ 1,6 miliar. Namun, angka akuratnya menunggu hasil dari audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Rentang pembengkakan biaya yang Jodi sebutkan berpatokan dari biaya US$ 6 miliar. Biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung diketahui memang sudah beberapa kali mengalami penyesuaian.

“Total biaya sebelum ada cost overrun adalah US$ 6 miliar,” tambahnya.

Jika dihitung dari biaya pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung US$ 6 miliar dan sekarang menjadi US$ 7,97 miliar maka terjadi pembengkakan sebesar US$ 1,97 miliar. Namun Jodi belum merespons pertanyaan detikcom lebih lanjut apakah artinya pembengkakan yang terjadi melebihi perkiraan.

3. Biaya Bengkak Bakal Diaudit

Dirut PT KAI Didiek Hartantyo menyatakan pihaknya dan pemerintah sudah membentuk audit investigatif untuk proyek ini. Hal ini diungkapkan Didiek saat merespons permintaan audit dari para anggota DPR Komisi VI saat melakukan rapat kerja.

“Audit investigatif kami sedang bahas dengan Kemenkeu dan BUMN. memang ini harus ada cut off, pertanggungjawaban dari awal sampai saat ini,” ungkap Didiek dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Rabu (1/9/2021).

“Kami sama konsultan ini akan konsultasi ke BPKP, BPK akan belakangan,” katanya.

Didiek juga mengusulkan kepada para anggota dewan agar dibuatkan forum khusus secara tertutup untuk buka-bukaan masalah yang terjadi pada proyek ini. Dengan forum tersebut, dia berharap semua masalah dapat diidentifikasi dan bisa ditemukan solusi.

sumber : https://finance.detik.com/infrastruktur/d-5707304/3-fakta-di-balik-bengkaknya-biaya-proyek-kereta-cepat-jkt-bdg