Coworking Space Berguguran! Startup Tutup Plus Dihantam WFH

Coworking Space Berguguran! Startup Tutup Plus Dihantam WFH
May 11, 2021 No Comments DINAMIKA NEWS dinamika

Jakarta – Tren bekerja dari rumah alias work from home (WFH) sudah marak diterapkan sejak pandemi melanda dunia pada tahun 2020. Di DKI Jakarta, kantor-kantor pun hanya boleh diisi dengan kapasitas maksimal 75%, sementara sisanya bekerja dari rumah.

Ternyata, gaya baru bekerja ini berdampak pada bisnis coworking space, khususnya di Jakarta. Senior Director of Office Services Department Colliers International Bagus Adikusumo mengatakan, saat ini sebagian besar operator coworking space sedang menyusun ulang model bisnisnya untuk memberikan penawaran baru kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan kantor.

Hal itu dilakukan karena permintaan akan sewa coworking space berkurang, seiringan dengan kebijakan WFH dan banyak startup yang berjatuhan.

“Jadi dengan WFH, startup companies banyak berguguran, sehingga perusahaan-perusahaan coworking space mulai melakukan evaluasi bisnis modelnya,” kata Bagus kepada detikcom, Senin (3/5/2021).

Operator coworking space sendiri menyewa area kerja di gedung kepada pemilik gedung. Ketika permintaan berkurang, para operator kesulitan membayar sewa, dan akhirnya menyusun ulang model bisnis yang lebih mengacu pada pengurangan cabang.

Bagus melanjutkan, apabila para operator masih bisa bertahan, beberapa di antara mereka melakukan negosiasi ulang kepada pemilik gedung alias landlord agar biaya sewa lebih murah.

“Pada saat mereka kesulitan, mereka nggak bisa melanjutkan beberapa center-nya, mau nggak mau mereka re-negotiate bahkan terminate. Nah itu yang terjadi sekarang,” ujarnya.

Ia mengatakan, ada beberapa operator coworking space yang menutup 30% dari total cabangnya, ada juga yang menutup hanya 5-10% dari total cabangnya.

“Ada coworking space yang terlalu agresif, sekarang banyak sekali dia mengurangi space-nya, mungkin sampai 30% ada mengurangi cabangnya. Tapi ada juga yang hanya 5-10%. Jadi beda-beda dari starting point mereka. Kalau starting point terlalu banyak (membuka cabang terlalu banyak), ya menguranginya juga banyak,” jelas Bagus.

Ia menyimpulkan, sejauh ini para operator coworking space di Indonesia memang banyak yang mengurangi cabang, namun masih bisa bertahan alias tidak bangkrut.

“Nggak ada yang tutup bisnisnya. Jadi mereka mengurangi cabang, nggak ada yang tutup bisnisnya,” tandas dia.

sumber : https://finance.detik.com/properti/d-5555690/coworking-space-berguguran-startup-tutup-plus-dihantam-wfh