Heboh Gula untuk Industri Makanan Langka, Ini Faktanya!

Heboh Gula untuk Industri Makanan Langka, Ini Faktanya!
April 19, 2021 No Comments DINAMIKA NEWS dinamika

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Perindustrian memastikan stok gula rafinasi untuk industri makanan dan minum sangat mencukupi hingga saat ini, terutama untuk memenuhi stok di Jawa Timur.

Ini berawal dari kehebohan bahwa para pelaku usaha makanan dan minuman Jawa Timur mengeluhkan kelangkaan gula rafinasi. Kemenperin mengatakan tidak ada keluhan dengan hal tersebut dan pihaknya pun telah mengirim tim langsung ke lapangan.

“Saya menjawab yang di Jawa Timur. Kalau ada yang kurang juga nggak pernah disampaikan, nggak pernah laporkan ke kami. Hingga saat ini nggak pernah ada laporan. Kita cek ke Dirjen IKM juga mereka nggak dapat laporan ada yang kurang. Tahu-tahu ada yang teriak kekurangan,” ujar Direktur Jenderal Industri Agro Abdul Rochim secara virtual, Jumat (16/4/2021).

Menurutnya, jika benar ada kelangkaan gula rafinasi maka Gabungan Pengusaha makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) akan langsung disampaikan ke Kemenperin. Namun sampai saat ini tidak ada laporan tersebut.

“Kalau memang kurang, sampaikan saja ke Kementerian Perindustrian. Bahkan kita akan fasilitasi untuk bertemu dengan produsen Gula Rafinasi yang ada,” kata dia.

Di sisi lain, Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen pun membantah terjadinya kelangkaan gula rafinasi di Jawa Timur. Sebab, sampai saat ini UMKM pengguna gula rafinasi masih bisa berproduksi dengan baik.

“UMKM apa yang di Jawa Timur nggak bisa berproduksi? Masih jalan seperti biasanya kok,” kata dia.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada satu pihak pun yang menyampaikan kepadanya terkait kelangkaan bahan baku gula tersebut.

Oleh karenanya, ia memastikan bahwa sampai saat ini petani tebu masih memproduksi gula lokal dan tidak terjadi kelangkaan. Justru ia mengkhawatirkan isu kelangkaan gula rafinasi yang selama ini bahan bakunya dari impor sebagai upaya untuk membuat keran impor gula kembali dibuka. Jika hal tersebut maka akan meresahkan petani tebu karena bisa membuat harga gula dalam negeri anjlok.

“50% petani tebu itu ada di Jatim. Kalau tambah lagi impor kita semakin hancur,” tegasnya.

Lalu bagaimanakah kondisi impor gula saat ini?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Maret 2021 masih terjadi ekspor gula. Bahkan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada Maret 2021 impor gula tercatat sebanyak 711.535 ribu ton. Jumlah ini naik tipis 0,63% dibandingkan dengan Februari 2021 yang tercatat sebanyak 707.109 ton. Kemudian ada kenaikan yang cukup tinggi yakni 10,67% dibandingkan dengan Maret 2020 yang tercatat sebanyak 642.932 ton.

sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/20210416191928-4-238580/heboh-gula-untuk-industri-makanan-langka-ini-faktanya