Para Pelaku UMKM Terus Didorong Migrasi ke Teknologi Digital

Para Pelaku UMKM Terus Didorong Migrasi ke Teknologi Digital
October 22, 2020 No Comments DINAMIKA NEWS dinamika

USAHA Mikro, Kecil, dan Menengah dan Industri Kecil Menengah di Indonesia yang mencapai 64 juta telah menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional. Produk unggulan mereka berupa kerajinan telah berkontribusi sekitar 60,34% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2018, sekaligus menyerap 116 juta tenaga kerja atau sekitar 97.02% dari total pekerja di Tanah Air. Sayangnya hingga saat ini para pelaku UMKM maupun IKM masih sangat minim dalam memanfaatkan media pemasaran, dalam hal ini adalah marketplace. Apalagi melihat perkembangan industri digital di era revolusi industri 4.0. Ditambah lagi dengan kondisi pandemi covid-19 yang menuntut masyarakat melakukan kegiatan secara online, yang salah satunya adalah berbelanja.

Peluang itu coba dimanfaatkan oleh Dharma Pertiwi TNI dengan mendirikan marketplace bernama LaDaRa Indonesia. E-commerce yang diluncurkan sejak November 2019 mencoba menjadi wadah dari sekitar 64 juta UMKM dan IKM yang ada di Indonesia. Selain itu pembinaan juga dilakukan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) untuk para pelaku UMKM dan IKM di Tanah Air. “Di masa pandemi covid-19 ini Dekranas terus mendorong pemasaran produk kerajinan dengan platform online. Ketua Umum Dekranas mengingatkan agar UMKM segera memanfaatkan teknologi digital guna membuka peluang untuk memperluas pemasaran produk dan membantu UMKM dalam beradaptasi di masa adaptasi kebijakan baru saat ini,” ujar Ketua Umum Dharma Pertiwi, Nanny Hadi Thahjanto dikutip dari siaran persnya Kamis (22/10). “Di tengah perlambatan laju ekonomi Tanah Air, pertumbuhan industri marketplace justru semakin pesat. Bukan tidak mungkin nantinya industri ini dapat menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Melalui industri ini kita berharap UMKM dapat terus dikembangkan dan mendukung perekonomian Indonesia yang di prediksi menjadi kekuatan ekonomi baru di dunia. Itulah salah satu yang mendasari lahirnya LaDaRa dalam rangka mendobrak pemasaran produk-produk UMKM dan IKM melalui dunia digital. Dengan demikian LaDaRa turut serta berperan aktif dalam mensukseskan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 14 Mei 2020 lalu”, tambahnya.

Bank Indonesia yang juga melakukan pengawasan terhadap UMKM dan IKM di Indonesia telah membantu sekitar 960 jenis UMKM yang terbagi dalam 4 bidang, yaitu pertanian dan peternakan (390), industri pengolahan (591), jasa (10), dan lainnya (19).  Namun kondisi pandemi membawa dampak yang cukup besar. Kesulitan yang paling dirasakan para pelaku UMKM dan IKM di masa pandemi adalah penurunan omzet penjualan, kesulitan modal dan kesulitan bahan baku. Kondisi ini diharapkan Bandoe Widiarto, Direktur Pengembangan UMKM & Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, para pelaku UMKM dan IKM harus lebih kreatif dan beralih metode lama ke digital, dengan memanfaatkan berbagai fasilitas digital yang ada melihat perkembangan dunia marketplace yang pesat di Indonesia.

Bandoe Widiarto, Direktut Pengembangan UMKM & Perlindungan Konsumen Bank Indonesia mengatakan pelajaran dari pendemi adalah UMKM yang bisa survive itu adalah UMKM yang memanfaatkan platform digital. Baik itu pemasarannya maupun  pembayaran. “Tiga kata kunci penting dari pandemi ini dan untuk menghadapi era peradaban baru adalah kreativitas, digitalisasi dan sinergi. Salah satu bentuk kreativitas seperti peluncuran LaDaRa oleh organisasi Dharma Pertiwi TNI.” Di samping kesulitan yang dihadapi, nyatanya pandemi meningkatkan jumlah onboarding UMKM digital selama periode 14 Mei-30 September 2020 yang mencapai 2.481.170 pengguna. Angka ini nyatanya melebihi target awal dari Presiden Joko Widodo yang hanya menargetkan 2 juta pengguna. Hal yang diungkapkan oleh Gati Wibawaningsih selaku Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka yang juga hadir dalam acara. Peresmian LaDaRa yang dilakukan pada Rabu (21/10) sekaligus memeriahkan Gebyar HUT TNI. Acara ini menghadirkan pembicara Pembina Dekranas, Ibu Iriana Joko Widodo, Ketua Umum Dekranas, Ibu Wury Ma’ruf Amin, Founder Rumah Perubahan, Bapak Rhenald Kasali, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Ibu Gati Wibawaningsih, Direktur Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen, Bapak Bandoe Widiarto. Serta turut bergabung Ketua Umum Dharma Pertiwi, Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, Istri Menteri Dalam Negeri, Ibu Tito Karnavian, Istri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Ibu Yantie Airlangga, Isteri Menteri Perhubungan, Ibu Endang Budi Karya, Isteri Menteri BUMN, Ibu Elizabeth Thohir, Isteri Menteri Perindustrian, Ibu Leomongga Agus Gumiwang, Isteri Menteri Perdagangan, Ibu Chandrasari Agus Suparmanto, Isteri Menteri Perdamaian dan Kebudayaan Indonesia, Ibu Franka Makarim, Isteri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ibu Gista Putri Wishnutama, Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ibu Hetty Andika Perkasa, Ketua Umum Jalasenastri, Ibu Vero Yudo Margono, Ketua Umum PIA Ardhiya Garini, Ibu Inong Fadjar Prasetyo dan Direktur Utama Ladara Indonesia, Ibu Eva Santos.

Smber; https://mediaindonesia.com/read/detail/354911-para-pelaku-umkm-terus-didorong-migrasi-ke-teknologi-digital