Pertamina Siapkan Investasi Rp 142,8 Triliun di 2021

Pertamina Siapkan Investasi Rp 142,8 Triliun di 2021
March 10, 2021 No Comments DINAMIKA NEWS dinamika

Liputan6.com, Jakarta – PT Pertamina (Persero) bakal menggelontorkan investasi senilai USD 10 miliar atau Rp 142,834 triliun (asumsi kurs Rp 14.283) tahun ini.

Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan, investasi yang dikucurkan Pertamina diharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“BUMN juga akan terus melakukan investasi, seperti Pertamina yang akan invest USD 10 miliar tahun ini, lalu PLN juga akan invest. Hal ini diharapkan tidak hanya menjadi jump start ekonomi, namun juga pengembangan bisnis model baru untuk kegiatan ekonomi di jangka pendek dan menengah-panjang,” jelas Pahala dalam webinar Universitas Indonesia, Kamis (4/3/2021).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini menjelaskan, Pertamina telah mengalokasikan investasi senilai USD 92 miliar pada periode 2020 hingga 2024.

Rinciannya, USD 64 miliar akan dialokasikan untuk investasi hulu (upstream) dengan pembagian USD 45 miliar untuk merger dan akuisisi, USD 14 miliar untuk Business Development (BD) organik dan USD 5 miliar untuk Non Business Development (NBD) organik.

“Kemudian downstream (hilir) ini kurang lebih USD 20 miliar, sebesar USD 18 miliar untuk kilang baru dan upgrade kilang eksisting dan USD 2 miliar terkait distribusi dan pemasaran infrastruktur,” ujar Emma.

Sementara, investasi Pertamina senilai USD 8 miliar diperuntukkan bagi pipa T&D sebesar USD 4 miliar, liquefaction and regas unit sebesar USD 0,36 miliar, IPP sebesar USD 3 miliar dan investasi lainnya senilai USD 0,7 miliar.

Pengamat BUMN Toto Pranoto membeberkan komparasi kinerja 20 BUMN Indonesia yang termasuk ke dalam perusahaan Tbk dengan Temasek dan Khazanah.

Temasek sendiri ialah holding investasi milik Singapura, sedangkan Khazanah Nasional dimiliki oleh Malaysia.

“Untuk 2019, dari sisi aset growth dan net growth Indonesia sudah cukup baik, namun revenue dan profit marginnya masih kalah,” ujar Toto dalam webinar yang diselenggarakan Universitas Indonesia, Kamis (4/3/2021).

Mengutip catatan Toto, aset 20 BUMN Indonesia tumbuh 7,65 persen pada 2019, lebih tinggi dibanding aset Temasek yang tumbuh 6,79 persen dan Khazanah yang tumbuh 0,70 persen.

Laba bersih 20 BUMN Indonesia tumbuh signifikan pula di angka 7,14 persen, sedangkan Temasek mengalami kontraksi -45,6 persen dan Khazanah tidak diketahui jumlah pastinya.

Dari segi pendapatan, kinerja 20 BUMN Indonesia berada di angka 4,06 persen, masih kalah dari Temasek yang tumbuh 6,7 persen dan Khazanah yang tumbuh 35,4 persen. Demikian dengan profit margin yang sebesar 7,46 persen, lebih kecil dibanding Temasek sebesar 10,3 persen dan Khazanah 19,3 persen.

“Namun ini menunjukkan dalam beberapa indikator, BUMN kita terutama 20 BUMN Tbk ini sudah relatif dari beberapa segi dapat bersaing baik dengan Temasek maupun Khazanah,” jelas Toto.

Kemudian di sektor telekomunikasi, BUMN Indonesia memiliki kinerja yang baik melalui PT Telkom Indonesia. Dari beberapa aspek, Telkom Indonesia selalu mencatatkan pertumbuhan dibandingkan Telkom Malaysia dan Singtel.

Lalu di sektor migas, PT Pertamina juga tercatat memiliki kinerja yang lebih baik dari Petronas (Malaysia) meskipun angkanya tidak jauh berbeda.

“Di tengah kondisi harga minyak dunia, Pertamina masih lebih baik dibanding Petronas karena Pertamina memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam baik dari upstream dan downstream, dibanding Petronas yang lebih condong ke upstream,” tandasnya.

sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4498145/pertamina-siapkan-investasi-rp-1428-triliun-di-2021