PGN Siap Operasikan Pipa Cisem, Tapi Modalnya dari Pemerintah

PGN Siap Operasikan Pipa Cisem, Tapi Modalnya dari Pemerintah
April 27, 2021 No Comments DINAMIKA NEWS dinamika

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menyatakan siap mengoperasikan pipa transmisi gas Cirebon-Semarang (Cisem), namun modal pembangunan pipa ini diharapkan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PGN Suko Hartono.

Suko mengatakan, pihaknya mengusulkan agar proyek pipa ini diambil alih oleh pemerintah dan didanai melalui APBN karena berdasarkan perhitungan perusahaan, proyek pipa jalur Cisem ini tidak layak secara keekonomian. Berbeda dengan jalur pipa transmisi Gresik-Semarang yang telah dibangun perusahaan dinilai lebih masuk keekonomiannya.

Bila proyek pipa Cisem ini diambil alih negara, maka PGN menurutnya siap mendapatkan penugasan untuk pengoperasian dan perawatan pipa ini nantinya.

“Waktu PGN ditanyakan soal pipa Cisem ini, kami katakan sebaiknya diambil alih pemerintah karena jalur yang dilalui secara market tidak layak keekonomiannya, baiknya dibangun pemerintah. Oleh karena itu, kami minta pemerintah ambil alih, lalu PGN bagaimana? Kami usulkan kami yang mengelola, maintenance (pemeliharaan), dan lainnya,” paparnya di Jakarta.

Dia mengatakan, proyek pipa transmisi Cisem ini masuk ke dalam Master Plan Infrastruktur Gas yang dibuat perusahaan hingga 2026. Dari sembilan proyek pipa transmisi yang direncanakan, ada dua yang masih belum memiliki kemajuan sama sekali, yakni pipa transmisi Dumai-Sei Mangke dan Cirebon-Semarang.

“Ruas Cisem belum. Kami usulkan pipa-pipa yang secara backbone tidak menarik di-take over pemerintah, tapi pengelolaannya di kami,” ujarnya.

Baca: Biar Ga Cuma ‘Omdo’, Ini Terobosan BBG Bisa Hidup Lagi

Belum lama ini beredar kabar bahwa pipa Cisem akan dikerjakan melalui dana APBN. Hal ini tertuang dalam surat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor T-133/MG.04/MEM.M/2021 tertanggal 1 April.

Dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) disebutkan Kementerian ESDM memutuskan bahwa sesuai Pasal 3 dan Pasal 4 PP No. 36 Tahun 2004 bahwasannya untuk membangun pipa gas bumi ruas transmisi Cirebon-Semarang dilaksanakan dengan skema APBN.

Proyek ini mulanya akan digarap oleh PT Rekayasa Industri (Rekind), namun akhirnya mundur dari proyek. Lalu, rencananya akan digarap oleh PT Bakrie & Brothers (BNBR) sebagai pemenang lelang kedua.

Namun sepertinya keputusan Menteri ESDM tersebut belum final, pasalnya masih ada pendapat berbeda dari BPH Migas.

Komite BPH Migas Jugi Prajogio mengatakan, pihaknya masih berkomunikasi dengan Menteri ESDM terkait hal ini.

“Pak Kepala (BPH Migas) sedang mengupayakan komunikasi agar mendapatkan pemahaman yang sama dengan ESDM,” ungkapnya kepada CNBC Sabtu, (10/04/2021).

Baca: Konversi BBG Mati Suri Bertahun-tahun, Masih Sekedar ‘Omdo’

Seperti diketahui, proyek pipa Cisem sudah mangkrak sejak 15 tahun lalu, sejak lelang yang dilaksanakan pada tahun 2006 lalu.

Mangkraknya proyek pipa ini turut berimbas pada sulitnya Jawa Tengah memperoleh pasokan gas. Hal ini sempat dikeluhkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Ganjar menyampaikan kebutuhan gas di Jawa Tengah cukup mendesak. Jawa Tengah memiliki potensi geografis yang menguntungkan, diapit oleh dua provinsi besar yang kaya akan pasokan dan pasar gas.

Selain itu, Jawa Tengah juga merupakan tujuan dari dua pipa transmisi, yakni pipa Cisem dan Gresem. Dari sisi konsumen, Jawa Tengah memiliki banyak industri yang potensial menyerap gas bumi sebagai energi untuk produksi. Namun sayangnya, kendala infrastruktur atau pipanisasi menyebabkan suplai gas bumi di Jawa Tengah menjadi tidak optimal.

sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20210421134951-17-239601/pgn-siap-operasikan-pipa-cisem-tapi-modalnya-dari-pemerintah