Rencana Besar Bandara Kertajati: Jadi Bengkel Pesawat-Pusat Logistik

Rencana Besar Bandara Kertajati: Jadi Bengkel Pesawat-Pusat Logistik
September 28, 2021 No Comments DINAMIKA NEWS dinamika

Jakarta – Bandara Kertajati mau disulap jadi bengkel pesawat. Fasilitas maintenance, repair, and overhaul alias MRO bakal dibuat di bandara internasional yang terletak di Majalengka ini.
Rencana ini tidak main-main, pasalnya keputusan menjadikan bandara sebagai bengkel pesawat sampai harus dibawa ke tingkat rapat terbatas presiden dengan para menterinya. Direktur Utama Bandara Internasional Kertajati Salahuddin Rafi mengatakan pihaknya selaku pengelola sudah merencanakan hal ini sejak lama.

Dia bilang dalam kerangka rencana besar Bandara Kertajati, fasilitas MRO memang akan dibangun. MRO Kertajati bakal menyusul beberapa fasilitas bengkel serupa di nusantara. Mulai dari Garuda Maintenance Facility di Cengkareng, Merpati Maintenance Facility di Surabaya, hingga Batam Aero Technic di Batam.

“Dalam masterplan setiap bandara, kan setiap bandara itu punya masterplan ya rencana induk bandar udara. Di Kertajati ada MRO, bengkel maintenance, repair, overhaul. Nah ini di dunia penerbangan sudah nggak aneh,” ungkap Rafi dalam acara blak-blakan detikcom.

Sampai saat ini, pihaknya masih melakukan tender untuk konstruksi fasilitas MRO di Kertajati, lahannya pun sudah siap digunakan. Proses tender kontraktor bakal kelar akhir tahun ini.

Rafi mengatakan kemungkinan pembangunan akan berjalan selama 18 bulan. Dengan asumsi seperti itu, ada kemungkinan fasilitas MRO bakal mulai beroperasi di 2023.

“Jadi masterplan sudah ada. Pembangunan mungkin 12-18 bulanan,” ungkap Rafi.

Lalu siapa yang bakal potensi menggunakan fasilitas MRO Kertajati? Lanjut ke halaman berikutnya.

Rafi menjelaskan, dalam rapat terbatas pada bulan Mei kemarin ditetapkan pesawat TNI Polri yang bakal lebih dahulu menggunakan fasilitas bengkel pesawat Kertajati.

Dia bilang demand alias permintaan pemeliharaan pesawat TNI-Polri sangat besar. Apalagi, armada-armada tersebut digunakan setiap saat.

“Jadi MRO segera dibangun, demand-nya TNI-Polri. Karena TNI-Polri nggak pernah berhenti pesawatnya, patroli dia. Melayani itu dulu, kan demand-nya bisa membantu menghidupkan kembali,” ungkap Rafi.

Tak berhenti di situ, Badan Penanggulangan Bencana Nasional alias BNPB juga bakal langsung menggunakan fasilitas MRO Bandara Kertajati. Khususnya untuk helikopter pemadam kebakaran hutan.

Selama ini, helikopter-helikopter milik BNPB itu diparkir di luar negeri. Tepatnya, di Subang Airport, Malaysia. Dengan adanya Kertajati, BNPB bakal mengarahkan helikopternya untuk diparkir dan dipelihara di dalam negeri. Rencananya, bulan November bakal dilakukan pemindahan secara bertahap.

Kalau nggak atau sudah selesai memadamkan, mereka (helikopter BNPB) parkirnya di Subang, Malaysia. Kemarin arahannya, kenapa ke Malaysia, ke Kertajati aja itu. Itu juga diarahkan pak Menteri Pertahanan untuk ditempatkan bulan November, ini dalam proses,” kata Rafi.

Lalu ada pengembangan apa lagi di sana? Lihat di halaman berikutnya.

Pengembangan lainnya di Bandara Kertajati adalah pembuatan cargo village alias pusat logistik kargo. Akan ada terminal kargo yang berbentuk one stop service di Bandara Kertajati.

Artinya, layanan kargo bakal dibuat di dalam suatu komplek yang terintegrasi seluas 80 hektare, yang bakal ditempatkan di runway ke dua Bandara Kertajati. Isinya mulai dari imigrasi, urusan cukai, sampai ke urusan karantina. Malah menurutnya, fasilitas ini bisa lebih baik dari Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng.

“Kalau dilihat di bandara lain ya, bandara Soekarno Hatta, kan terpisah-pisah. Nah ini cargo village itu memadukan seluruh kepentingan, dan pemangku kepentingan atau stakeholder-nya seperti custom, immigration, quarantine, karantina aja banyak tuh karantina kesehatan, tumbuhan, hewan, itu juga kalau mereka ekspor impor harus ada lab-nya segala macam,” papar Rafi.

“Itu semua ada di satu lokasi, di kita ada 80 ha, bangunnya tahapan pasti ya,” ungkapnya.

Rafi bilang proses tender juga sedang dilakukan untuk rencana pembuatan cargo village. Dia sudah menawarkan proyek ini dalam West Java Investment Summit, katanya sudah ada 18 tawaran investor yang masuk. Intinya, cargo village bakal membuat Bandara Kertajati jadi sentra logistik terbesar di Indonesia.

“Kita akan menjadikan sentra logistik, akan jadikan hub logistik di sini. Kita perlu membuat terminal kargo terpadu, one stop service,” kata Rafi.

Keuntungannya, Rafi mengatakan dwelling time alias proses mata rantai kargo yang panjang bakal makin efektif dengan cargo village. Efisiensi bisa digenjot sampai 40% dengan penurunan biaya logistik sampai 20%.

Di sisi lain, fasilitas ini juga bakal tersambung dengan bengkel pesawat MRO Kertajati. Katanya, dengan adanya bengkel pesawat maka para penyedia layanan kargo besar bisa merasa nyaman dalam mendaratkan pesawatnya karena ada fasilitas bengkel pemeliharaan yang baik.

“Nanti kalau mau datangkan air freighter yang besar-besar, DHL, Fedex, yang bisa bawa kargo sampai 50 ton kapasitasnya itu kalau MRO tadi mereka akan yakin terbang ke sini, jadi nyaman karena bengkel ada di sini,” ujar Rafi.

Pengembangan tidak berhenti di situ, sampai 2030 nanti, Rafi bilang Kertajati bakal menjadi aerocity. Kawasan di sekitarnya akan berubah jadi kawasan industri dan memiliki area residensial dan komersial.

Dia mengatakan sesuai instruksi presiden, beberapa perusahaan manufaktur pelat merah bakal membuka pabrik juga di dekat Bandara Kertajati. Dua yang dia sebut adalah pabrikan senjata PT Pindad, dan pabrikan pesawat PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Bahkan, dia mengatakan Pindad sudah meminta lahan 120 hektare untuk membangun pabrik.

“Karena apa? Karena kalau Pindad ke sini, pabrikasinya di sini, logistiknya supply chain-nya kalau mau menerbangkan akan memotong biaya dan waktu gitu,” ujar Rafi.

Dengan sesama BUMD, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan PT Agro Jabar. Kertajati bakal jadi pusat distribusi pangan, pengiriman produk pangan Agro Jabar bakal dilakukan di Kertajati.

Pihak swasta juga sudah ada yang minat, bahkan Rafi mengatakan sudah ada ketertarikan dari e-commerce besar untuk menjadikan Bandara Kertajati hub logistik. Ada Shopee dari Singapura hingga Amazon dari Amerika Serikat yang mulai membuka potensi bisnis di Kertajati.

Ada juga salah satu pabrikan perakit handphone yang tidak disebutkan Rafi berencana membuat warehouse assembly alias pabrik perakitan di dekat Kertajati. Nantinya proses pengiriman segala macam komponen dan barang jadinya akan melewati Kertajati.

“Lalu kemarin juga sudah nanya-nanya ya, Shopee, Amazon.com, juga sudah ke kita juga,” kata Rafi.

sumber : https://finance.detik.com/infrastruktur/d-5741938/rencana-besar-bandara-kertajati-jadi-bengkel-pesawat-pusat-logistik