UMKM memiliki peran strategis menopang kebangkitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19

UMKM memiliki peran strategis menopang kebangkitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19
July 30, 2020 No Comments DINAMIKA NEWS dinamika

JAKARTA. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional setelah terdampak pandemi Covid-19. Hal itu terlihat dari kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia terus meningkat sampai sekitar 60% di masa pra pandemi.

Penyerapan tenaga kerja oleh UMKM juga sangat tinggi dan terus bertumbuh mencapai 96,99% – 97,22% dengan jumlah pelaku UMKM mencapai 62 juta atau sekitar 98% dari pelaku usaha nasional.

Di sisi lain, UMKM juga menjadi sektor yang paling terpukul akibat wabah ini. Berdasarkan survei terhadap 202 pelaku usaha roti, biskuit, cake, jajanan pasar, mi, pancake dan pastry di Surabaya dan Jakarta, disebutkan bahwa sekitar 94% UMKM terdampak Covid-19.

Dalam webseries IBCSD untuk pilar ekonomi yan berfokus pada UMKM dan berjudul, ”SMEs and Ways to Economic Recovery”, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam keynote speech-nya, yang diwakili Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Kreatif, Fiki Satari, menyatakan bahwa ada Rp 123,46 triliun dana yang disiapkan untuk UMKM dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Per 30 Juli 2020, dana tersebut sudah terserap 22,57% atau sebesar Rp 27,86 triliun,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7).

Ia melanjutkan, peran penting UMKM dalam perekonomian nasional mencerminkan peran penting UMKM dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

UMKM dapat menjadi garda terdepan dalam pencapaian pilar ekonomi SDGs dengan penciptaan lapangan kerja, penciptaan kondisi kerja yang layak, inovasi bisnis, adaptasi dan mitigasi dampak negatif ekonomi, sosial dan lingkungan paa operasi bisnis untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Untuk mencapai itu, maka aksi kolektif berbagai sektor sangat dibutuhkan mendukung kebangkitan UMKM. Dalam hal ini, sektor bisnis mempunyai kemampuan untuk mencari solusi melalui teknologi, inovasi dan investasi.

Sektor bisnis juga dapat berperan mengatasi dampak negatif pada lingkungan dan sosial melalui rantai nilai dan rantai pasok operasi bisnis mereka. Hingga kini, sektor bisnis juga telah mengambil bagian untuk mengembangkan UMKM demi pencapaian SDG.

“Sebagai contoh, salah satu anggota kami Grup APRIL memberdayakan komunitas lokal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelatihan keterampilan pertanian berkelanjutan dan modern kepada petani-petani desa dalam program One Village One Commodity (OVOC),” ujar Sihol Aritonang, Chairman IBCSD.

Sebagai informasi, Grup APRIL bekerjasama dengan komunitas desa untuk memilih produk yang sesuai untuk menjadi spesialisasi wilayahnya, kemudian memberikan pelatihan tentang metode pertanian modern.

Selain Grup APRIL, PT HM Sampoerna Tbk juga telah membangun pusat pelatihan kewirausahaan seluas 27 hektar bernama Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SET) yang berlokasi di Pandaan, Jawa Timur. SETC terbuka bagi masyarakat umum dan pelaku-pelaku UMKM dan menyediakan dukungan berupa pelatihan tanpa dipungut biaya, akses ke pasar serta pemanfaatan teknologi.

Sejak didirikan pada 2007, SETC telah melatih lebih dari 65.000 orang dan dikunjungi lebih dari 110.000 orang. Kemudian PT L’Oreal Indonesia juga membantu salon-salon binaan untuk kembali berbisnis di tengah normal baru ini.